Kamis, 19 Mei 2016

ORANG GILA

ORANG GILA ADZAN DITENGAH MALAM MAMPU MENYADARKAN ORANG YG WARAS.

Kisah ini selayaknya bisa menjadikan kita tersadar
betapa pentingnya sebuah panggilan Allah dalam setiap
shalat lima waktu.

Mungkin sebagian dari kita akan
langsung berkomentar negatif jika hanya melihat dari judulnya saja. Akan tetapi cacian dan hinaan tersebut akan berubah 180 derajat ketika menyimak lebih lanjut

kisahnya begini

Malam itu suasana di kampung begitu hening dan tepat
pukul 10 malam, suasana pun berubah menjadi sebuah kehebohan.

Pasalnya seorang pria mengumandangkan
adzan di jam yang bukan pada tempatnya.

Melalui pengeras suara, pria itu pun mengumandangkannya di
mushalla kecil sehingga langsung memecah keheningan
malam.

Warga mulai keluar dari rumah mereka masing-masing
dan beramai-ramai menuju sumber suara itu, meski
sebenarnya mereka sudah mengetahui siapa yang
melakukan keanehan tersebut dari suaranya.

Pria itu adalah Mbah Sadi yang berumur kepala tujuh.

Dalam perjalanan menuju mushalla, setiap warga tak
henti-henti saling bertanya tentang kelakuan Mbah Sadi
yang dinilai aneh malam tersebut. Padahal ia bukanlah
seorang yang gila ataupun pikun.
Maka ketika mereka telah sampai di depan Mushalla dan
Mbah Sadi pun telah selesai mengumandangkan adzan,
pak RT yang memimpin keramaian warga mulai bertanya.

“Mbah tahu tidak sekarang sudah jam berapa??”

Salah seorang warga ikut menimpali, “Adzan apa
sekarang, Mbah?? Jangan-jangan Mbah ikut aliran
sesat.”

Sementara yang lain berkomentar seenaknya,

“Jangan-jangan Mbah sudah gila. Jam segini adzan
kalau bukan aliran sesat berarti gila.”

Dengan tenang Mbah Sadi menjawab,

“Kalian ini ! Tadi saya adzan Isya tak seorang pun yang datang ke
mushalla. Sekarang saya adzan jam 10 malam, semua ramai-ramai ke mushalla. Malah satu kampung yang datang..!!! Jadi siapa yang gila???”

Mendengar ucapan Mbah Sadi, warga pun satu persatu mulai pulang karena malu. Pak RT yang sedari awal vokal pun perlahan-lahan mundur dan tidak berani menatap wajah Mbah Sadi.

Memang terkadang ketika diingatkan secara baik-baik,
kita enggan untuk mendengarkan.

Namun ketika ada kesempatan untuk membodoh-bodohkan ataupun memarahi orang lain, kita masih mau menyempatkan
waktu meski sebenarnya sibuk.

Sadarkah kita dengan kisah ini?

Sudahkah kita beranjak
sesegera mungkin ketika muadzin mengumandangkan
adzan untuk bisa shalat tepat waktu?

Atau malah seperti warga-warga dalam kisah tersebut yang melalaikan panggilan Allah?

Semoga kita mau memperbaiki kesalahan kita dan tidak
langsung berucap negatif kepada orang lain tanpa melihat dahulu permasalahannya.

Wallahu A’lam

Sebarkan .. !!

Rosululloh SAW bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan
pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” (HR. Imam Muslim).
.
By.Von Edison Alouisci

Kontak :
🌍Official LINE ID @cpu9611
🌍WA +6281273311201
🌍BBM 54CB428E
🌍IG @von.edison.alouisci
🌍Twitter @von _edison
🌍FB. www.faceboo.com/von.edison.alouisci
🌍BLOG :
🌍www.v-e-alouisci.blogspot.com
🌍www.vonedison.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar